Rabu, 21 Desember 2011
Alex's Wish
Sinopsis:
Subjek: Federic Sawa alias Eric. Terlahir sebagai pangeran kegelapan, pewaris takhta Kerajaan Setan Malvera. Tertangkap basah melakukan dosa terbesar kaum setan: berbuat baik. Dihukum turun ke bumi. Tugasnya mendapatkan nyawa cewek remaja, tapi harus dengan kesukarelaan cewek itu.
Target: Alexandra Alfarez, lebih sering disapa Alex, 15 tahun. Hobi naik motor sport dan ikut balapan liar. Jengkel dengan hidupnya yang menyebalkan. Nggak punya Papa dan kerjanya ribut terus sama Mama. Di sekolah dia nggak dianggap penting oleh siapa pun, termasuk sama Kian, cowok gebetannya.
Situasi: Alex berhasil dibujuk Eric nandatanganin kontrak kematiannya dengan imbalan tiga permintaan. Tapi ada satu kesalahan kecil yang luput dari perhatian Eric. Satu kesalahan yang mengancam kesuksesan misinya. Kesalahan yang bisa membatalkan kontrak kematian dan membuat Alex mendapatkan kembali hidupnya...
Data Buku:
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 200 halaman
Terbit : Februari 2009
Cover :
ISBN : 978-979-22-4360-4
No Produk : 31209007
Minggu, 18 Desember 2011
Sabtu, 17 Desember 2011
Lovasket 3 : The Final Game
Sinopsis:
Meniti karier sebagai pemain basket profesional memang nggak gampang. Apalagi bagi Vira, yang bergabung dengan klub baru yang mayoritas pemainnya masih muda dan minim pengalaman bertanding, sehingga mereka harus bekerja keras agar bisa bersaing di kompetisi klub tingkat nasional.
Sayang, perjalanan karier Vira nggak berjalan mulus. Cedera lama itu kembali menghantuinya di tengah-tengah musim kompetisi. Bukan hanya harus berbaring di rumah sakit dan absen bertanding, dia juga harus melupakan mimpinya menjadi pemain basket profesional karena terancam lumpuh total!
Untunglah ada Niken, Rida, dan teman-teman lain yang memberi dukungan. Bahkan Stella, yang tadinya bermaksud meninggalkan dunia basket, kembali hanya demi Vira.
Mampukah mereka membangkitkan semangat hidup Vira dan membuatnya kembali mencintai basket walau Vira tahu dia nggak akan bisa berjalan lagi?
Data Buku:
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 376 halaman
Terbit : Desember 2011
Cover : Softcover
ISBN : 978-979-22-7762-3
No Produk : 31201110054
Sabtu, 03 Desember 2011
First Time -1
"Tolong.. Tolong.." Fany mendengar suara teriakan dari bawah sana. Dan dia hafal banget ama suara itu.
"Bisma.." ternyata bener itu Bisma. Cowok yang sering Fany perhatiin diam-diam selama 2 tahun terakhir ini.
"Fany.. Bantu aku naik ke atas dong.."
(Thanks God. Kau memberiku kesempatan lagi untuk mengobrol dengannya) ucap Fany dalam hati.
"Fan.."
"Eh iya.. Tunggu dulu yaa.. Aku ambil tali pramuka."
"Jangan lama-lama ya."
Setelah mengikatkan tali pada sebuah batang pohong yang besar, Fany melemparkan tali itu ke Bisma.
"Bisma.. Ini talinya. Hati-hati ya."
"Oke"
"Thanks yaa Fan." ucap Bisma sambil tersenyum pada Fany.
"Iya, sama-sama. Kok kamu tadi bisa ada disana?"
"Aku mau mengambil bunga ini buat Dini." Bisma menujukkan bunga yang tadi dipetiknya.
"Oh.Bagus ya bunganya."
"Iya, kamu mau?"
"Ha?Ntar Dini gimana?"
"Aku baru inget Dini alergi bunga."
(Ha?Cowok seromantis Bisma lupa kalo cewekya alergi Bunga?ckck.parah ._.)
"Oh. Kok kamu lupa?" Fany berusaha memperpanjang percakapannya dengan Bisma walaupun terkesan SKSD.
"Gak tau nih. Jadi kamu mau nggak nerima bunga ini?"
"Barang pemberian gak baik ditolak. Hehe. Makasih ya." jawabnya setenang mungkin biar gak keliatan kegirangan nerima bunga dari Bisma :)
"Sama-sama. Oh iya, aku balik ke tenda dulu yaa."
"Oke"
Baru jalan beberapa langkah, Bisma membalikkan badannya. Fany jadi malu karena ketahuan ngeliatin Bisma jalan menuju tendanya.
"Sekali lagi thanks ya."
"No problem."
_________________________________________________________________
Itulah pertamakalinya Fany ngobrol panjang lebar dengan Bisma. Dan sampe sekarang bunga mawar pemberian Bisma masih Fany simpan di sebuah kotak yang dikubur di suatu tempat..
Tunggu ceritaku selanjutnya yaa *kalo sempet bikin. Hehe :D
"Bisma.." ternyata bener itu Bisma. Cowok yang sering Fany perhatiin diam-diam selama 2 tahun terakhir ini.
"Fany.. Bantu aku naik ke atas dong.."
(Thanks God. Kau memberiku kesempatan lagi untuk mengobrol dengannya) ucap Fany dalam hati.
"Fan.."
"Eh iya.. Tunggu dulu yaa.. Aku ambil tali pramuka."
"Jangan lama-lama ya."
Setelah mengikatkan tali pada sebuah batang pohong yang besar, Fany melemparkan tali itu ke Bisma.
"Bisma.. Ini talinya. Hati-hati ya."
"Oke"
"Thanks yaa Fan." ucap Bisma sambil tersenyum pada Fany.
"Iya, sama-sama. Kok kamu tadi bisa ada disana?"
"Aku mau mengambil bunga ini buat Dini." Bisma menujukkan bunga yang tadi dipetiknya.
"Oh.Bagus ya bunganya."
"Iya, kamu mau?"
"Ha?Ntar Dini gimana?"
"Aku baru inget Dini alergi bunga."
(Ha?Cowok seromantis Bisma lupa kalo cewekya alergi Bunga?ckck.parah ._.)
"Oh. Kok kamu lupa?" Fany berusaha memperpanjang percakapannya dengan Bisma walaupun terkesan SKSD.
"Gak tau nih. Jadi kamu mau nggak nerima bunga ini?"
"Barang pemberian gak baik ditolak. Hehe. Makasih ya." jawabnya setenang mungkin biar gak keliatan kegirangan nerima bunga dari Bisma :)
"Sama-sama. Oh iya, aku balik ke tenda dulu yaa."
"Oke"
Baru jalan beberapa langkah, Bisma membalikkan badannya. Fany jadi malu karena ketahuan ngeliatin Bisma jalan menuju tendanya.
"Sekali lagi thanks ya."
"No problem."
_________________________________________________________________
Itulah pertamakalinya Fany ngobrol panjang lebar dengan Bisma. Dan sampe sekarang bunga mawar pemberian Bisma masih Fany simpan di sebuah kotak yang dikubur di suatu tempat..
Tunggu ceritaku selanjutnya yaa *kalo sempet bikin. Hehe :D
Langganan:
Postingan (Atom)































