Putri kecewa dengan Morgan yang ternyata ikut terlibat dalam taruhan yang dibuat anak-anak SMASH untuk menantang Rafael menaklukkan Putri (episode #1). Apalagi saat itu Zee membawa saksi yaitu siswa yang pernah menerima mobil Morgan karena Morgan kalah taruhan. Putri lalu memutuskan untuk tidak mau lagi bicara dengan Morgan maupun Rafael.
Rafael merasa menang. Ia pun memperingati Morgan agar dia tidak macam-macam lagi terhadap Rafael. Namun Morgan bilang pada Rafael kalau dia bukan sedih karena Rafael menghancurkan reputasinya di depan Putri, melainkan ia sedih karena telah kehilangan kepercayaan dari Putri, teman baiknya. Morgan juga bilang pada Rafael kalau sebenarnya dia dan Putri tidak pernah jadian. Mendengar hal ini Rafael pun terkejut.
Di rumahnya, Danar dan Siska bilang ke Morgan kalau mereka mau pergi ke Hongkong selama seminggu. Morgan tampak tak peduli. Ia yang masih sedih akhirnya mengadu pada ibu kandungnya, Jenny Rusdiantoro (Feby Febiola) yang ternyata mengalami gangguan jiwa dan terkurung di sebuah kamar. Jenny yang tak bisa menanggapi kesedihan Morgan hanya bisa bernyanyi untuk menghibur Morgan.
Sementara itu Rafael yang sedang berkumpul dengan anak-anak SMASH marah-marah karena anak-anak SMASH mengganggunya yang sedang memikirkan sesuatu. Anak-anak SMASH lalu menduga kalau Rafael sedang memikirkan Putri. Mereka pun menyarankan Rafael untuk segera menyatakan cintanya pada Putri.
Bisma: Mending lo tembak si Putri. Dari pada lo tahan-tahan, cinta lo jadi cenat cenut.
Namun Rafael masih saja menyangkal tentang perasaannya tersebut.
Putri tidak masuk sekolah karena masih sakit. Setiap hari ia mendapat bouquet bunga dengan surat bertuliskan ‘Maaf!’ dari seseorang yang tak diketahui identitasnya. Bahkan saat Putri sudah sembuh, orang ini masih terus mengiriminya bunga. Ibu Putri (Meisya Siregar) menduga kalau Putri mempunyai pengagum rahasia. Putri mencurigai Morgan yang mengiriminya bunga. Namun saat bertemu dengan Morgan, alih-alih menyapa Putri, Morgan hanya terdiam dan pura-pura tak melihat Putri. Putri pun kecewa.
Anak-anak SMASH akhirnya minta maaf pada Putri soal taruhan yang mereka buat saat awal-awal masuk sekolah. Awalnya Putri ragu. Namun akhirnya ia pun memaafkan mereka. Sementara itu Morgan yang sudah jarang muncul bersama anak-anak SMASH mulai dipertanyakan keberadaannya oleh pers. Hal ini membuat Dani kualahan dan akhirnya memutuskan untuk mencari tau apa yang terjadi dengan Morgan.
Ternyata Morgan di rumah saja. Danar dan Siska yang baru pulang dari Hongkong, mengira Morgan membuat sensasi lagi di grup bandnya. Danar menganjurkan agar SMASH dibubarkan saja. Namun Morgan malah bicara lancang pada ayahnya:
Morgan: Kalau papa ngga tau apa-apa mendingan papa ngga usah ikut campur.
Mendengar ini Danar emosi dan hendak memukul Morgan. Danar dan Morgan bertengkar. Jenny yang mendengar pertengkaran tersebut langsung ketakutan sendiri dan mencoba keluar dari kamarnya. Namun ia malah terjatuh dari kursi roda sehingga membuat kepala Jenny terbentur dan pingsan. Morgan yang mendengar ibunya terjatuh, segera menghampiri kamar Jenny dan menolongnya.
Ibu Putri menyarankan Putri untuk menemui Morgan dan memaafkannya. Putri pun mengikuti saran ibunya. Namun saat Putri mencari Morgan, ternyata Morgan tidak masuk sekolah. Rangga menjelaskan pada Putri kalau Morgan sedang mengurus ibunya yang kebetulan sedang sakit. Dari sini Putri tau kalau Ibu Morgan ternyata punya kelaianan jiwa.
Rangga lalu mengantar Putri ke rumah Morgan. Melihat kedatangan Putri ke rumahnya, Morgan akhirnya bisa minta maaf secara langsung. Ia pun menjelaskan maksud dan tujuannya selama ini mendekati Putri yang dianggapnya mirip dengan Ibunya dulu; periang, mandiri dan pantang menyerah. Putri bilang ia sudah memaafkan Morgan. Ia juga berterima kasih atas kiriman bunganya selama ini. Namun Morgan menyangkal kalau dia pernah mengirimi Putri bunga. Putri jadi bingung. Lalu siapa yang mengirimi Putri bunga kalau bukan Morgan?!
Malam-malam, Putri mendengar ada seseorang yang menyelinap ke rumahnya. Putri dan Ibunya pun mulai waspada. Mereka berdua lalu memergoki si penyelinap itu dan memukulinya sampai pingsan. Namun Putri langsung tersadar saat melihat wajah si penyelinap yang membawa bunga tersebut. Ternyata dia adalah Rafael.
Pagi harinya, Rafael terbangun di kamar Putri. Ibu Putri lalu mengajak Rafael sarapan sebelum berangkat sekolah. Putri dan Rafael lalu berangkat sekolah bersama-sama. Di mobil, Putri marah pada Rafael yang mencoba menyelinap di rumahnya semalam. Ia juga menganggap Rafael tidak gentle karena mencoba minta maaf dengan mengiriminya bunga tanpa nama. Rafael tak terima dibilang tidak gentle. Mereka pun bertengkar di mobil karena Rafael memaksa Putri untuk memaafkannya. Pertengkaran tersebut berlanjut sampai mereka di sekolah. Putri masih enggan memaafkan Rafael. Rafael yang sudah tak tahan akhirnya berseru pada Putri di depan banyak orang.
Rafael: Putri, gue suka sama lo!
Semua orang terkejut. Terutama Putri.
Source : CCC'stumblr
Minggu, 05 Februari 2012
CCC season 1 - The Liar #Ep.3
Rafael kesal pada Putri yang sudah menyita waktu Morgan sehingga Morgan seolah melupakan SMASH. Rafael lalu tak sengaja menyakiti Putri di hadapan Morgan. Morgan tak terima dengan perlakuan kasar Rafael sehingga mau tak mau ia menonjok Rafael. Morgan dan Rafael pun bertengkar di depan umum. Beberapa Wartawan yang kebetulan melihat kejadian ini menjadikan pertengkaran Rafael dan Morgan sebagai gossip hangat. Perkelahian itu memicu emosi Rafael hingga ia meminta Dani (Ervan Naro), manager SMASH untuk mengeluarkan Morgan dari SMASH. Namun Bisma mencoba bicara dengan Rafael agar dia tidak mengambil keputusan secepat itu.
Berita perkelahian antara Rafael dan Morgan sampai ke telinga orang tua keduanya. Revalina Rusdiantoro (Aline Adita), Mama Rafael memperingatkan Rafael agar segera menetralisir masalahnya dengan Morgan agar tidak mencoreng nama Rusdiantoro. Sedangkan di pihak orang tua Morgan, Siska (Femmy Permatasari), ibu Tiri Morgan selalu mencari-cari kesalahan Morgan di setiap tindakannya. Danar (Ferry Salim), ayah Morgan, malah terkesan tak peduli dan hanya mengikuti kata-kata istrinya. Morgan yang tak terlalu suka dengan ibu tirinya pun mengambil sikap untuk tidak menghiraukan peringatan mereka yang tak ingin Morgan bikin malu keluarga.
Putri sendiri dikejar-kejar wartawan terkait masalah pertengkaran Morgan dan Rafael. Untuk mengalihkan pemberitaan tersebut, Morgan akhirnya bilang ke wartawan kalau Putri adalah pacarnya sehingga kini para wartawan punya pembahasan baru soal hubungan Morgan dengan Putri. Putri malah makin diburu wartawan.
Putri: Kenapa jadi kayak gini sih? Sama aja gue keluar dari kandang singa, trus gue masuk lagi ke kandang buaya.
Hal ini malah membuat Rafael makin emosi dan lebih cepat marah. Ia bahkan membentak Zee saat Zee bicara soal hubungan Morgan dan Putri. Zee yang tersinggung membalas kekesalannya pada Putri. Dengan sengaja Zee membuang buku The Old Man and The Sea yang sedang dipegang oleh Putri ke dalam kolam. Saat Putri hendak mengambil buku tersebut, Zee langsung mendorong Putri hingga Putri tercebur ke dalam kolam tersebut.
Putri akhirnya memutuskan membuang buku The Old Man and The Sea yang sudah basah kuyub. Saat membuangnya, Putri mengucapkan selamat tinggal pada Rafael. Dan hal ini didengar langsung oleh Rafael yang kebetulan lewat.
Entah kenapa kalimat Putri tadi membuat Rafael mulai memikirkan Putri kembali. Saat Rafael berenang, ia tak henti-hentinya memikirkan Putri. Bahkan ia merasa bersalah terhadap Putri.
Rafael: Apa mungkin selama ini gue terlalu jahat sama dia?! Haduh… kenapa gue mesti mikir dia sih?! Ngga bener nih!
Siska yang tau pemberitaan Morgan yang pacaran dengan perempuan biasa seperti Putri, mengadukan hal tersebut pada Danar. Namun Morgan malah bersikap membangkang seolah tak mau dengar peringatan mereka. Bahkan dia bersikap tidak sopan dengan bicara dengan ibu tirinya dengan bahasa ‘lo/gue’. Danar pun marah pada Morgan dan menyuruh Morgan agar membiasakan diri menganggap Siska sebagai ibunya sendiri. Tapi Morgan tak mengacuhkan kata-kata ayahnya.
Morgan yang kesal dengan peringatan ayahnya yang tak memperbolehkan dia pacaran dengan perempuan biasa, malah memutuskan untuk menjalin hubungan serius dengan Putri. Namun saat ia menyatakan hal tersebut, Putri malah pingsan karena saat itu ia sedang sakit. Morgan lalu membawa Putri ke UKS.
Rafael yang mendengar Putri masuk UKS tiba-tiba merasa cemas dengan keadaan Putri. Diam-diam ia menjenguk Putri saat tidak ada siapapun di sana. Namun Morgan memergokinya. Putri pun terbangun dan ia terkejut melihat Rafael ada di sana. Rafael gengsi mengakui kalau dia datang untuk menjenguk Putri. Dia pun menyangkalnya sambil bicara seolah Putri bukan orang yang penting untuk dikhawatirkan. Putri tersinggung dan menuduh Rafael cemburu padanya yang mulai dekat dengan Morgan. Putri pun bilang kalau dia lebih memiih Morgan karena baginya Morgan lebih tulus dan jujur. Mendengar hal ini Rafael panas. Ia pun membongkar kebusukan Morgan di depan Putri.
Rafael: Asal lo tau Put, gara-gara dia taruhan ini tuh ada. Morgan nantangin gue untuk naklukin lo. Dan dia mempertaruhkan mobilnya buat taruhan ini.
Source : CCC'stumblr
Berita perkelahian antara Rafael dan Morgan sampai ke telinga orang tua keduanya. Revalina Rusdiantoro (Aline Adita), Mama Rafael memperingatkan Rafael agar segera menetralisir masalahnya dengan Morgan agar tidak mencoreng nama Rusdiantoro. Sedangkan di pihak orang tua Morgan, Siska (Femmy Permatasari), ibu Tiri Morgan selalu mencari-cari kesalahan Morgan di setiap tindakannya. Danar (Ferry Salim), ayah Morgan, malah terkesan tak peduli dan hanya mengikuti kata-kata istrinya. Morgan yang tak terlalu suka dengan ibu tirinya pun mengambil sikap untuk tidak menghiraukan peringatan mereka yang tak ingin Morgan bikin malu keluarga.
Putri sendiri dikejar-kejar wartawan terkait masalah pertengkaran Morgan dan Rafael. Untuk mengalihkan pemberitaan tersebut, Morgan akhirnya bilang ke wartawan kalau Putri adalah pacarnya sehingga kini para wartawan punya pembahasan baru soal hubungan Morgan dengan Putri. Putri malah makin diburu wartawan.
Putri: Kenapa jadi kayak gini sih? Sama aja gue keluar dari kandang singa, trus gue masuk lagi ke kandang buaya.
Hal ini malah membuat Rafael makin emosi dan lebih cepat marah. Ia bahkan membentak Zee saat Zee bicara soal hubungan Morgan dan Putri. Zee yang tersinggung membalas kekesalannya pada Putri. Dengan sengaja Zee membuang buku The Old Man and The Sea yang sedang dipegang oleh Putri ke dalam kolam. Saat Putri hendak mengambil buku tersebut, Zee langsung mendorong Putri hingga Putri tercebur ke dalam kolam tersebut.
Putri akhirnya memutuskan membuang buku The Old Man and The Sea yang sudah basah kuyub. Saat membuangnya, Putri mengucapkan selamat tinggal pada Rafael. Dan hal ini didengar langsung oleh Rafael yang kebetulan lewat.
Entah kenapa kalimat Putri tadi membuat Rafael mulai memikirkan Putri kembali. Saat Rafael berenang, ia tak henti-hentinya memikirkan Putri. Bahkan ia merasa bersalah terhadap Putri.
Rafael: Apa mungkin selama ini gue terlalu jahat sama dia?! Haduh… kenapa gue mesti mikir dia sih?! Ngga bener nih!
Siska yang tau pemberitaan Morgan yang pacaran dengan perempuan biasa seperti Putri, mengadukan hal tersebut pada Danar. Namun Morgan malah bersikap membangkang seolah tak mau dengar peringatan mereka. Bahkan dia bersikap tidak sopan dengan bicara dengan ibu tirinya dengan bahasa ‘lo/gue’. Danar pun marah pada Morgan dan menyuruh Morgan agar membiasakan diri menganggap Siska sebagai ibunya sendiri. Tapi Morgan tak mengacuhkan kata-kata ayahnya.
Morgan yang kesal dengan peringatan ayahnya yang tak memperbolehkan dia pacaran dengan perempuan biasa, malah memutuskan untuk menjalin hubungan serius dengan Putri. Namun saat ia menyatakan hal tersebut, Putri malah pingsan karena saat itu ia sedang sakit. Morgan lalu membawa Putri ke UKS.
Rafael yang mendengar Putri masuk UKS tiba-tiba merasa cemas dengan keadaan Putri. Diam-diam ia menjenguk Putri saat tidak ada siapapun di sana. Namun Morgan memergokinya. Putri pun terbangun dan ia terkejut melihat Rafael ada di sana. Rafael gengsi mengakui kalau dia datang untuk menjenguk Putri. Dia pun menyangkalnya sambil bicara seolah Putri bukan orang yang penting untuk dikhawatirkan. Putri tersinggung dan menuduh Rafael cemburu padanya yang mulai dekat dengan Morgan. Putri pun bilang kalau dia lebih memiih Morgan karena baginya Morgan lebih tulus dan jujur. Mendengar hal ini Rafael panas. Ia pun membongkar kebusukan Morgan di depan Putri.
Rafael: Asal lo tau Put, gara-gara dia taruhan ini tuh ada. Morgan nantangin gue untuk naklukin lo. Dan dia mempertaruhkan mobilnya buat taruhan ini.
Source : CCC'stumblr
CCC season 1 - The Saviour #Ep.2
Setelah malam inagurasi, Putri bertanya pada Morgan dari mana Morgan mendapat buku The Old Man and The Sea. Morgan berbohong kalauRafael tak sengaja meninggalkan buku itu di kelas. Putri sangat kecewa karena ternyata Rafael sudah punya niat jahat dari awal. Dia pun memutuskan hendak membuang buku tersebut. Namun Morgan bilang sayang kalau buku itu dibuang. Dari sini Putri tau kalau Morgan punya kegemaran yang sama dengannya yaitu membaca novel.
Pagi harinya, anak-anak SMASH merayakan kemenangan Rafael. Namun Rafael tak sedikit pun terlihat senang. Ia malah mencari Morgan yang tidak ikut berkumpul dengan mereka saat itu. Anak-anak SMASH mengira kalau Morgan ngambek karena mobilnya kini menjadi milik Rafael. Sementara itu, Putri yang berangkat sekolah diantar ayahnya mengalami mogok di jalan. Kebetulan Morgan lewat dan akhirnya Putri diantar Morgan ke sekolah.
Saat Putri sudah masuk ke dalam sekolahan, Morgan lalu bertemu dengan Rafael. Rafael mengembalikan kunci mobil Morgan. Rafael bilang kalau dia tidak butuh mobil itu karena baginya sudah cukup untuk membuktikan pada anak-anak SMASH kalau dia mampu menaklukkan hati Putri. Morgan tak mau menerima lagi mobil itu karena ia merasa mobil itu sudah bukan miliknya lagi. Maka dengan asal Morgan memberikan mobilnya kepada seorang siswa yang kebetulan lewat. Siswa itu sangat senang karena ia mendapat mobil dari Morgan.
Saat istirahat, Putri makan dengan bekalnya sendiri. Guntur yang hendak menemani Putri makan malah mendapat masalah dengan Zee. Ia tak sengaja menumpahkan minumannya ke baju Zee. Zee marah, apalagi saat Guntur mencoba membersihkan baju Zee. Zee malah menuduh Guntur mau cari kesempatan dalam kesempitan. Putri lalu membela Guntur dan meminta Zee untuk tidak berpikiran negatif pada Guntur. Zee yang kesal malah menumpahkan bekal makanan Putri. Alhasil Putri tidak jadi makan siang.
Saat pelajaran, Putri merasa mengantuk karena lapar. Ia pun tertidur di kelas. Ibu Guru lalu menegur Putri dan menghukum Putri untuk berdiri di luar kelas. Saat di hukum, anak-anak SMASH kebetulan lewat. Putri habis di olok-olok oleh mereka. Putri yang kesal akhirnya mengancam anak-anak SMASH.
Putri: Inget lo semua! Suatu saat nanti, keadaan akan berbalik. Dan lo semua yang akan di permalukan di depan gue
Namun anak-anak SMASH tak mengacuhkan peringatan Putri tersebut.
Putri yang kelaparan akhirnya mencari jajanan di luar sekolah karena makanan di kantin sekolahnya mahal-mahal. Namun Putri tak menemukan satu jajanan pun di sana. Morgan yang tau Putri kelaparan akhirnya mengajak Putri untuk makan di restauran miliknya. Sayangnya makanan di restauran itu tidak cocok dengan selera Putri. Apalagi Putri sangat kesusahan saat makan Escargot yang dihidangkan restauran itu. Karena putus asa dengan makanannya, akhirnya Putri mengajak Morgan untuk makan di tempat yang biasa saja.
Akhirnya Putri dan Morgan makan di sebuah warung. Putri makan dengan lahapnya. Morgan hanya memperhatikan Putri. Namun entah kenapa Putri tak berhenti memikirkan Rafael. Bahkan ia selalu membandingkan Morgan dengan Rafael dalam pikirannya.
Putri dan Morgan akhirnya semakin dekat. Mereka sering pergi jalan-jalan bersama, terutama mengunjungi toko buku. Dan hal ini membuat Morgan jarang berkumpul lagi dengan anak-anak SMASH. Rafael pun mencium sesuatu yang tidak beres dengan Morgan.
Rafael: Lo pada ngerasa aneh ngga sih bekalangan ini sama Morgan?! Coba lo bayangin, tiap latihan ngga pernah dateng. Diajak jalan juga ngga bisa. Sebenarnya ada apa sih sama si Morgan?
Apalagi saat Rafael menelfon Morgan, ia mendengar suara Putri. Dari sini Rafael mulai curiga dan akhirnya ia pun mencari Morgan ke toko buku langganan Morgan. Saat mencari keberadaan Morgan di sana, Morgan yang kebetulan memang sedang bersama Putri selalu bersimpangan dengan Rafael sehingga mereka tak bertemu. Namun pada akhirnya Morgan dan Putri ketahuan juga oleh Rafael.
Source : CCC'stumblr
Pagi harinya, anak-anak SMASH merayakan kemenangan Rafael. Namun Rafael tak sedikit pun terlihat senang. Ia malah mencari Morgan yang tidak ikut berkumpul dengan mereka saat itu. Anak-anak SMASH mengira kalau Morgan ngambek karena mobilnya kini menjadi milik Rafael. Sementara itu, Putri yang berangkat sekolah diantar ayahnya mengalami mogok di jalan. Kebetulan Morgan lewat dan akhirnya Putri diantar Morgan ke sekolah.
Saat Putri sudah masuk ke dalam sekolahan, Morgan lalu bertemu dengan Rafael. Rafael mengembalikan kunci mobil Morgan. Rafael bilang kalau dia tidak butuh mobil itu karena baginya sudah cukup untuk membuktikan pada anak-anak SMASH kalau dia mampu menaklukkan hati Putri. Morgan tak mau menerima lagi mobil itu karena ia merasa mobil itu sudah bukan miliknya lagi. Maka dengan asal Morgan memberikan mobilnya kepada seorang siswa yang kebetulan lewat. Siswa itu sangat senang karena ia mendapat mobil dari Morgan.
Saat istirahat, Putri makan dengan bekalnya sendiri. Guntur yang hendak menemani Putri makan malah mendapat masalah dengan Zee. Ia tak sengaja menumpahkan minumannya ke baju Zee. Zee marah, apalagi saat Guntur mencoba membersihkan baju Zee. Zee malah menuduh Guntur mau cari kesempatan dalam kesempitan. Putri lalu membela Guntur dan meminta Zee untuk tidak berpikiran negatif pada Guntur. Zee yang kesal malah menumpahkan bekal makanan Putri. Alhasil Putri tidak jadi makan siang.
Saat pelajaran, Putri merasa mengantuk karena lapar. Ia pun tertidur di kelas. Ibu Guru lalu menegur Putri dan menghukum Putri untuk berdiri di luar kelas. Saat di hukum, anak-anak SMASH kebetulan lewat. Putri habis di olok-olok oleh mereka. Putri yang kesal akhirnya mengancam anak-anak SMASH.
Putri: Inget lo semua! Suatu saat nanti, keadaan akan berbalik. Dan lo semua yang akan di permalukan di depan gue
Namun anak-anak SMASH tak mengacuhkan peringatan Putri tersebut.
Putri yang kelaparan akhirnya mencari jajanan di luar sekolah karena makanan di kantin sekolahnya mahal-mahal. Namun Putri tak menemukan satu jajanan pun di sana. Morgan yang tau Putri kelaparan akhirnya mengajak Putri untuk makan di restauran miliknya. Sayangnya makanan di restauran itu tidak cocok dengan selera Putri. Apalagi Putri sangat kesusahan saat makan Escargot yang dihidangkan restauran itu. Karena putus asa dengan makanannya, akhirnya Putri mengajak Morgan untuk makan di tempat yang biasa saja.
Akhirnya Putri dan Morgan makan di sebuah warung. Putri makan dengan lahapnya. Morgan hanya memperhatikan Putri. Namun entah kenapa Putri tak berhenti memikirkan Rafael. Bahkan ia selalu membandingkan Morgan dengan Rafael dalam pikirannya.
Putri dan Morgan akhirnya semakin dekat. Mereka sering pergi jalan-jalan bersama, terutama mengunjungi toko buku. Dan hal ini membuat Morgan jarang berkumpul lagi dengan anak-anak SMASH. Rafael pun mencium sesuatu yang tidak beres dengan Morgan.
Rafael: Lo pada ngerasa aneh ngga sih bekalangan ini sama Morgan?! Coba lo bayangin, tiap latihan ngga pernah dateng. Diajak jalan juga ngga bisa. Sebenarnya ada apa sih sama si Morgan?
Apalagi saat Rafael menelfon Morgan, ia mendengar suara Putri. Dari sini Rafael mulai curiga dan akhirnya ia pun mencari Morgan ke toko buku langganan Morgan. Saat mencari keberadaan Morgan di sana, Morgan yang kebetulan memang sedang bersama Putri selalu bersimpangan dengan Rafael sehingga mereka tak bertemu. Namun pada akhirnya Morgan dan Putri ketahuan juga oleh Rafael.
Source : CCC'stumblr
CCC season 1 - I Dare You #Ep.1
Cerita di awali saat Putri (Natasha Rizki) dalam perjalanan ke sekolah dengan diantar oleh ayahnya, Lukman (Derry Drajat) yang seorang tukang pos. Saat di lampu merah, tiba-tiba ayah Putri dilempar dengan kaleng minuman kosong oleh seseorang yang ada dalam mobil di sebelahnya. Putri tak terima dan ia mencoba bicara pada orang yang melempar kaleng kosong tersebut. Ternyata orang itu adalah Rafael, cowok kaya yang sombong yang merasa tak bersalah dengan apa yang diperbuatnya. Kontan Putri protes dan meminta Rafael untuk minta maaf. Namun karena lampu keburu hijau, akhirnya Putri pun tak berhasil menyuruh Rafael minta maaf.
Saat Putri mengikuti ospek, tiba-tiba sekelompok cowok-cowok keren (Rafael, Morgan, Bisma, Rangga, Ilham, Reza dan Dicky) yang dikenal sebagai SMASH datang dan mensabotase acara tersebut. Putri terkejut melihat Rafael yang ternyata adalah leader dari SMASH. Guntur (Ricky Komo), teman baru Putri menjelaskan kalau SMASH adalah boyband yang lagi naik daun sekaligus pemilik dari sekolah mereka. Putri tak pernah tau apa-apa soal SMASH. Putri dan Guntur pun asik bercanda soal nama SMASH saat Rafael sedang berbicara. Rafael lalu menegur Putri dan Guntur sehingga keduanya mendapat hukuman.
Putri pun protes dengan tindakan Rafael yang sok senioritas terhadap juniornya. Rafael pun kesal pada Putri. Zee (Zaneta Georgina), salah satu senior di sana, bilang ke Rafael kalau Putri adalah murid yang mendapat beasiswa untuk sekolah di sana. Rafael pun mengolok-olok Putri dan meminta Putri untuk tidak macam-macam dengannya.
Saat pulang sekolah, Putri yang kesal terhadap anak-anak SMASH malah melihat gambar SMASH ada di mana-mana. Di dalam bajaj, di tembok jalanan, di majalah, di TV, bahkan ibu Putri pun menunjukkan kaosnya yang baru yang bergambar SMASH. Hal ini membuat Putri makin kesal terhadap SMASH.
Kekesalan Rafael juga terbawa sampai rumah. Ia bahkan memecat 3 pelayan di rumahnya hanya karena bad mood akibat Putri. Saat berkumpul dengan anggota SMASH yang lain, Rafael menyatakan kalau ia ingin memberi pelajaran pada Putri. Namun Bisma dan anak SMASH lainnya malah menantang Rafael untuk memacari Putri.
Bisma: Gimana kalo lo aja Raf yang pacarin dia?! Kalo lo yang pacarin dia kan, seluruh In-do-ne-sia bakal heboh tuh… Hits man! I dare you Raf, I dare you…
Rafael tadinya menolak. Namun karena Morgan menganggapnya pengecut, Rafael akhirnya menerima tantangan itu dengan mempertaruhkan mobilnya.
Segala usaha dilakukan Rafael untuk menarik perhatian Putri demi memenangkan tantangan tersebut. Dari yang minta maaf terang-terangan, sampai memberi perhatian yang berlebih. Namun tampaknya Putri susah sekali untuk ditaklukkan. Rafael pantang menyerah. Hingga pada saat Putri digoda beberapa preman di jalan, Rafael pun datang untuk menyelamatkan Putri hingga ia rela dipukuli preman-preman tersebut. Putri kasihan pada Rafael dan akhirnya memaafkan Rafael. Mereka pun sepakat menjadi teman. Sayangnya Putri tak tau kalau preman-preman tersebut adalah suruhan Rafael.
Kedekatan Putri dan Rafael makin intens, apalagi Rafael berani membela Putri saat Putri sedang dilabrak oleh Zee. Rafael bahkan bersedia mengantar Putri yang hendak pergi ke toko buku.
Saat di toko buku, tak sengaja Rafael sedang memegang buku The Old Man and The Sea karya Ernest Hemingway yang kebetulan buku favorite Putri. Rafael mengaku kalau dia juga suka dengan buku tersebut demi membuat Putri terkesan. Saat hendak pulang, tiba-tiba Rafael mengajak Putri untuk makan malam. Putri tersanjung dan akhirnya ia menerima tawaran tersebut. Anak-anak SMASH yang mengetahui hal ini menduga kalau Rafael kemungkinan bakal menang dalam taruhan tersebut. Morgan pun terancam kalah.
Hingga saat makan malam tiba, sebelum mereka berangkat, Putri memberi buku The Old Man and The Sea pada Rafael. Namun tanpa sepengetahuan Putri, buku itu dibuang begitu saja oleh Rafael. Diam-diam seseorang memungut buku itu dari tong sampah. Rafael lalu memberi Putri sebuah gaun dan meminta Putri untuk mengenakannya saat malam inagurasi nanti. Dan setelah itu, Rafael pun menyatakan cintanya dengan memberi kejutan bertuliskan I Heart You di dinding tempat makan malam mereka. Putri pun berbunga-bunga.
Saat malam inagurasi, setelah SMASH tampil dengan lagu andalan mereka ‘I Heart You’, lalu giliran Putri yang tampil untuk bernyanyi di panggung. Lagu itu ia persembahkan untuk kekasihnya yaitu Rafael. Setelah Putri menyanyikan ‘Tentang Kamu’ dari Bungan Citra Lestari, tiba-tiba Putri melihat Bisma yang menyerahkan kunci mobil pada Rafael. Putri bingung. Zee lalu datang dan memberi tau Putri kalau sebenarnya Rafael cuma main-main terhadap cinta Putri. Putri hanya dijadikan bahan taruhan oleh anak-anak SMASH. Mendengar hal ini Putri kecewa dan segera pergi meninggalkan pesta.
Putri menangis di sebuah taman air mancur dan menyesali kebodohannya untuk mempercayai Rafael begitu saja. Namun tiba-tiba seseorang datang memberikan buku The Old Man and The Sea yang pernah dibuang Rafael. Ternyata orang itu adalah Morgan.
Source : CCC'stumblr
Saat Putri mengikuti ospek, tiba-tiba sekelompok cowok-cowok keren (Rafael, Morgan, Bisma, Rangga, Ilham, Reza dan Dicky) yang dikenal sebagai SMASH datang dan mensabotase acara tersebut. Putri terkejut melihat Rafael yang ternyata adalah leader dari SMASH. Guntur (Ricky Komo), teman baru Putri menjelaskan kalau SMASH adalah boyband yang lagi naik daun sekaligus pemilik dari sekolah mereka. Putri tak pernah tau apa-apa soal SMASH. Putri dan Guntur pun asik bercanda soal nama SMASH saat Rafael sedang berbicara. Rafael lalu menegur Putri dan Guntur sehingga keduanya mendapat hukuman.
Putri pun protes dengan tindakan Rafael yang sok senioritas terhadap juniornya. Rafael pun kesal pada Putri. Zee (Zaneta Georgina), salah satu senior di sana, bilang ke Rafael kalau Putri adalah murid yang mendapat beasiswa untuk sekolah di sana. Rafael pun mengolok-olok Putri dan meminta Putri untuk tidak macam-macam dengannya.
Saat pulang sekolah, Putri yang kesal terhadap anak-anak SMASH malah melihat gambar SMASH ada di mana-mana. Di dalam bajaj, di tembok jalanan, di majalah, di TV, bahkan ibu Putri pun menunjukkan kaosnya yang baru yang bergambar SMASH. Hal ini membuat Putri makin kesal terhadap SMASH.
Kekesalan Rafael juga terbawa sampai rumah. Ia bahkan memecat 3 pelayan di rumahnya hanya karena bad mood akibat Putri. Saat berkumpul dengan anggota SMASH yang lain, Rafael menyatakan kalau ia ingin memberi pelajaran pada Putri. Namun Bisma dan anak SMASH lainnya malah menantang Rafael untuk memacari Putri.
Bisma: Gimana kalo lo aja Raf yang pacarin dia?! Kalo lo yang pacarin dia kan, seluruh In-do-ne-sia bakal heboh tuh… Hits man! I dare you Raf, I dare you…
Rafael tadinya menolak. Namun karena Morgan menganggapnya pengecut, Rafael akhirnya menerima tantangan itu dengan mempertaruhkan mobilnya.
Segala usaha dilakukan Rafael untuk menarik perhatian Putri demi memenangkan tantangan tersebut. Dari yang minta maaf terang-terangan, sampai memberi perhatian yang berlebih. Namun tampaknya Putri susah sekali untuk ditaklukkan. Rafael pantang menyerah. Hingga pada saat Putri digoda beberapa preman di jalan, Rafael pun datang untuk menyelamatkan Putri hingga ia rela dipukuli preman-preman tersebut. Putri kasihan pada Rafael dan akhirnya memaafkan Rafael. Mereka pun sepakat menjadi teman. Sayangnya Putri tak tau kalau preman-preman tersebut adalah suruhan Rafael.
Kedekatan Putri dan Rafael makin intens, apalagi Rafael berani membela Putri saat Putri sedang dilabrak oleh Zee. Rafael bahkan bersedia mengantar Putri yang hendak pergi ke toko buku.
Saat di toko buku, tak sengaja Rafael sedang memegang buku The Old Man and The Sea karya Ernest Hemingway yang kebetulan buku favorite Putri. Rafael mengaku kalau dia juga suka dengan buku tersebut demi membuat Putri terkesan. Saat hendak pulang, tiba-tiba Rafael mengajak Putri untuk makan malam. Putri tersanjung dan akhirnya ia menerima tawaran tersebut. Anak-anak SMASH yang mengetahui hal ini menduga kalau Rafael kemungkinan bakal menang dalam taruhan tersebut. Morgan pun terancam kalah.
Hingga saat makan malam tiba, sebelum mereka berangkat, Putri memberi buku The Old Man and The Sea pada Rafael. Namun tanpa sepengetahuan Putri, buku itu dibuang begitu saja oleh Rafael. Diam-diam seseorang memungut buku itu dari tong sampah. Rafael lalu memberi Putri sebuah gaun dan meminta Putri untuk mengenakannya saat malam inagurasi nanti. Dan setelah itu, Rafael pun menyatakan cintanya dengan memberi kejutan bertuliskan I Heart You di dinding tempat makan malam mereka. Putri pun berbunga-bunga.
Saat malam inagurasi, setelah SMASH tampil dengan lagu andalan mereka ‘I Heart You’, lalu giliran Putri yang tampil untuk bernyanyi di panggung. Lagu itu ia persembahkan untuk kekasihnya yaitu Rafael. Setelah Putri menyanyikan ‘Tentang Kamu’ dari Bungan Citra Lestari, tiba-tiba Putri melihat Bisma yang menyerahkan kunci mobil pada Rafael. Putri bingung. Zee lalu datang dan memberi tau Putri kalau sebenarnya Rafael cuma main-main terhadap cinta Putri. Putri hanya dijadikan bahan taruhan oleh anak-anak SMASH. Mendengar hal ini Putri kecewa dan segera pergi meninggalkan pesta.
Putri menangis di sebuah taman air mancur dan menyesali kebodohannya untuk mempercayai Rafael begitu saja. Namun tiba-tiba seseorang datang memberikan buku The Old Man and The Sea yang pernah dibuang Rafael. Ternyata orang itu adalah Morgan.
Source : CCC'stumblr
Sinopsis Cinta Cenat Cenut season 1
Putri Indriani (Natasha Rizki), seorang gadis sederhana dan pintar yang mendapat beasiswa untuk masuk SMA Harapan, sebuah SMA favorite di Jakarta. Di sini Putri bertemu dengan SM*SH (Rafael, Morgan, Bisma, Rangga, Ilham, Reza dan Dicky), boyband yang sedang naik daun sekaligus putra-putra keluarga terkaya yang tergabung dalam TORO Grup. Di hari pertama OSPEK, Putri sudah bermasalah dengan SM*SH karena ia membantah Rafael, ketua dari SM*SH. Rafael pun dibikin kesal oleh Putri. Hal ini malah memicu anak-anak SM*SH lainnya untuk menantang Rafael agar bisa menaklukkan hati Putri sebelum malam inagurasi. Awalnya Rafael menolak. Namun karena Morgan menganggapnya pengecut, akhirnya Rafael pun mau melakukan tantangan tersebut. Sampai akhirnya misi berhasil dan Putri pun takluk pada Rafael. Tapi begitu tau ia hanya dijadikan bahan taruhan, Putri pun kecewa dan marah. Tiba-tiba Morgan yang selama ini menaruh simpatik pada Putri datang dan mulai mendekati Putri. Entah kenapa Rafael cemburu mengetahui kedekatan mereka. Ia pun sadar bahwa sebenarnya ia sendiri sudah benar-benar jatuh cinta pada Putri. Rafael akhirnya memutuskan untuk kembali mengejar Putri. Namun saat ia berhasil mendapatkan Putri kembali, tiba-tiba Gladis (Eriska Reinisa) yang mengaku pacar Rafael datang untuk mempertanyakan kembali cintanya. Bagaimana Rafael menghadapi Putri dan Gladis sekaligus? Lalu apakah Morgan akan terus memendam perasaannya terhadap Putri? Bagaimana juga dengan perasaan Rangga yang ternyata diam-diam menyimpan rasa terhadap Gladis?
Cinta Cenat Cenut menghadirkan kisah remaja dalam cinta segi lima antara Putri, Rafael, Morgan, Gladis dan Rangga. Di samping itu juga ada drama keluarga yang melibatkan Mama Rafael yang overprotective terhadap anaknya, Papa Morgan yang Obsesive dengan harta, dan kisah lain dari personil SM*SH; Ada kisah percintaan Bisma dengan seorang gadis yang anti SM*SH, kisah segitiga kakak beradik Ilham dan Reza, serta kisah tak terduga Dicky dengan fansnya. Semuanya hanya ada di drama serial remaja CINTA CENAT CENUT.
Source : CCC'stumblr
Cinta Cenat Cenut menghadirkan kisah remaja dalam cinta segi lima antara Putri, Rafael, Morgan, Gladis dan Rangga. Di samping itu juga ada drama keluarga yang melibatkan Mama Rafael yang overprotective terhadap anaknya, Papa Morgan yang Obsesive dengan harta, dan kisah lain dari personil SM*SH; Ada kisah percintaan Bisma dengan seorang gadis yang anti SM*SH, kisah segitiga kakak beradik Ilham dan Reza, serta kisah tak terduga Dicky dengan fansnya. Semuanya hanya ada di drama serial remaja CINTA CENAT CENUT.
Source : CCC'stumblr
Langganan:
Postingan (Atom)