Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan
1.4. Manfaat Penelitian
Bab II Isi
2.1. Landasan Teori
2.2. Metodologi Penelitian
2.3. Isi
Bab III Penutup
3.1. Simpulan
3.2. Saran
Daftar Pustaka
Jumat, 24 Februari 2012
Seoulover
Sinopsis:
Sejak kematian ibunya, Alisa Song yang berumur 16 tahun seolah kehilangan cahaya hidupnya. Namun, perlahan-lahan rasa percaya diri gadis itu tumbuh. Alisa yang bersuara merdu akhirnya bersedia ikut ke Seoul, ke tanah kelahiran ayahnya. Di sana Alisa pun diorbitkan menjadi penyanyi, dan ia sukses besar!
Sensasi naik ke panggung membuat Alisa menyukai profesi barunya sebagai artis. Perkenalan dan pertemuannya dengan Soon Min Ho, rekan penyanyi satu label musik, menambah “bumbu” dalam kehidupan Alisa.
Sayangnya, Alisa tak sanggup menghadapi dunia hiburan yang keras. Gosip jahat menyerangnya bertubi-tubi. Soon Min Ho pun tidak menanggapi pernyataan cinta Alisa, karena dilarang berpacaran. Maka Alisa memilih mundur, kembali ke Jakarta. Menenangkan diri sekaligus berpisah dari semua hal yang membuatnya terluka.
Empat tahun kemudian, Alisa kembali ke Seoul. Didukung keluarga dan sahabat, Alisa berusaha menguatkan diri. Janji empat tahun lalu dengan Soon Min Ho juga menjadi salah satu alasannya kembali ke kota itu.
Namun, semuanya kini berubah. Akankah keputusannya kembali ke Seoul memberi kisah yang lebih manis? Bisakah waktu memperbaiki semua yang terjadi pada masa lalu?
Data Buku:
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 192 halaman
Terbit : Januari 2012
Cover : Softcover
ISBN : 978-979-22-7874-3
No Produk : 31201120002
Profil Mario Maurer
Biodata Mario Maurer
Nama beken : Mario Maurer
Nama lain : Nutthawuth Maurer (มาริโอ้ เมาเร่อ)
Tinggi badan : 180 cm
TTL : Bangkok, Thailand 4 Desember 1988
Pekerjaan : Aktor, pragawan, penyanyi
Hobi : Skateboarding, shopping, dan memelihara ikan cupang
Film pertama : The Love of Siam (2007)
Twitter : @ohohmario
Cerita singkat tentang Mario Maurer
Mario adalah putra dari seorang ayah berkebangsaan Jerman yang bernama Roland dan ibu berkebangsaan Thailand etnis Tionghoa yang bernama Warunya. Ayahnya bekerja sebagai pengekspor deodoran yang terbuat dari alum. Kakaknya, Marco Maurer yang lahir di Jerman, adalah seorang rapper. Mario dan Marco memilik hobi yang sama yaitu bermain skateboard sambil mendengarkan lagu hip-hop. Hal ini sering dilakukan Mario dan Marco besama teman-temannya sambil mengelilingi kota Bangkok ketika masih kecil. Nggak heran, dengan memiliki hobi mendengarkan lagu hip-hop Marco bisa menjadi seorang rapper. "Kakakku berbeda denganku, ia lebih berbakat dalam musik. Dia bisa membuat lagu hip hop, nyanyi, dan nge-rap. Aku sendiri enggak bisa membuat lagu atau nge-rap. Tapi kami sama-sama suka musik hip-hop, makanya kita selalu memotong pendek rambut kita. We don't grow our hair very long," cerita Mario.
Mario juga bersekolah di St. Dominic School, Bangkok, sebelum melanjutkan kuliah di Jurusan Seni Komunikasi Universitas Ramkhamhaeng. Mario mengawali kariernya sebagai pragawan dengan menjadi foto model, bintang iklan, dan bintang video klip saat ia masih berusia 16 tahun.
Minggu, 05 Februari 2012
CCC season 1 - Final Decision #Ep.13
Morgan ragu saat hendak memasukkan cincin pertunangan ke jari Putri. Akhirnya ia memutuskan untuk tidak jadi bertunangan dengan Putri. Morgan mengaku kalau dia tidak mencintai Putri, untuk itu dia membatalkan pertunanganya dengan Putri. Kontan semua terkejut, terutama Dhanar. Usman lalu menyimpulkan kalau keputusan Morgan membatalkan pertunangan itu berarti Morgan menolak untuk menjadi pewaris Toro Grup. Dhanar pun protes karena pada dasarnya ia ingin Toro Grup jatuh ke tangan anaknya tersebut. Namun Usman tak memberinya lagi kesempatan.
Zee yang ada di pesta itu berusaha menghubungi Rafael. Namun Rafael yang merasa patah hati karena Putri hari itu bertunangan tak mau mengangkat telfon dari siapa pun. Zee akhirnya mengirim pesan pada Rafael. Rafael yang membaca belakangan pun terkejut mengetahui berita tersebut.
Gladis dan Rangga sama-sama tidak menghadiri pertunangan Putri dan Morgan karena malu. Di sini Gladis bilang kalau setelah kelulusan nanti, dia akan menyusul orang tuanya yang ada di Sydney. Rangga yang tak ingin kehilangan Gladis bilang kalau dia mau ikut Gladis saja. Gladis menolak Rangga dan meminta Rangga untuk terus mengejar cita-citanya mengelola Toro Grup. Namun Rangga tetap kekueh ingin pergi bersama Gladis, karena baginya Gladis adalah segalanya.
Di sekolah, akhirnya Rafael menemui Putri. Ia sangat berterima kasih pada Putri karena mau membatalkan pertunangannya dengan Morgan. Namun Putri meminta Rafael untuk tidak salah paham, karena Morganlah yang membatalkan pertunangan mereka bukan Putri. Putri malah bilang kalau sebenarnya tekadnya sudah bulat untuk bertunangan dengan Morgan. Rafael pun kecewa.
Putri yang bertemu Morgan akhirnya mempertanyakan alasan sebenarnya kenapa Morgan membatalkan pertunangan mereka. Awalnya Morgan tetap menyangkal kalau dia tak mencintai Putri. Tapi Putri tak percaya. Putri meminta Morgan menatapnya agar Putri bisa yakin. Tapi saat Morgan menatap Putri, Putri sendiri jadi tak yakin dengan perasaannya. Morgan tau persis kalau hati Putri hanya untuk Rafael. Untuk itu ia memilih mundur.
Revalina memberi surat pengunduran dirinya dari Toro Grup kepada Usman. Saat hendak pergi, tiba-tiba penyakit jantung Usman kambuh. Revalina jadi sangat cemas terhadap Usman. Untungnya Usman tak apa-apa. Ia merasa kalau sudah saatnya ia kembali berobat ke Belanda. Untuk itu Usman meminta Revalina tidak mengundurkan diri dari Toro Grup. Usman yakin, jika Rafael bisa membuktikan kalau dia memang pantas menjadi pemimpin, Rafael pasti bisa menjadi pemimpin Toro Grup suatu saat nanti asal Revalina tidak memaksa kehendaknya. Revalina terharu mendengarnya dan ia pun mulai memikirkan kembali hal ini.
Revalina akhirnya memutuskan untuk tidak keluar dari Toro Grup. Ia juga meminta Rafael untuk peduli terhadap perusahaan keluarganya tersebut dan mau konsen belajar agar kelak ia bisa memimpin perusahaan. Untuk itu setelah lulus nanti, Rafael harus belajar bisnis di Harvard. Mendengar hal ini Rafael pun mulai bimbang.
Kelulusan tiba. Berita tentang beberapa personil SM*SH akan meneruskan sekolah ke luar negeri mulai terdengar. Keutuhan mereka pun mulai dipertanyakan. Putri mengantar Usman ke bandara untuk kembali ke Belanda bersama anak-anak SM*SH lainnya. Di sini SM*SH memberi konfirmasi pada wartawan yang datang bahwa SM*SH tidak akan bubar. Di sini Rafael mencoba kembali bicara dengan Putri dan meminta Putri untuk memintanya agar tetap di Jakarta. Namun Putri mencoba bersikap dingin pada Rafael karena ia tak mau Rafael melepas cita-citanya hanya untuk dirinya. Rafael kekueh meminta Putri datang sebelum keberangkatannya besok. Putri pun mencoba tak mengacuhkannya.
Rangga akhirnya menemui Rafael dan Morgan. Sekali lagi ia minta maaf dan memberi tau soal tekadnya untuk pergi menyusul Gladis ke Sydney. Itu berarti ia mengundurkan diri dari kandidat pewaris Toro Grup. Morgan sendiri bilang kalau dia tidak berminat untuk menjadi pewaris Toro Grup, karena ia ingin belajar sastra ke Perancis. Kini semua harapan tertuju pada Rafael. Nasib Toro Grup tergantung pada Rafael. Namun Rafael juga masih ragu karena kalau ia memilih menjadi pemimpin Toro Grup, ia harus belajar ke Harvard Amerika, dan itu berarti ia harus meninggalkan Putri.
Gladis yang hendak ke Sydney akhirnya berpisah dengan Rangga di bandara. Rangga pun berjanji suatu saat nanti akan menyusul Gladis. Gladis hanya tersenyum dan memberi kecupan perpisahan pada Rangga.
Keesokan harinya, Morgan menemui Putri. Di sini Morgan berterus terang kalau sebenarnya ia sangat mencintai Putri. Putri pun jadi heran kenapa Morgan membatalkan pertunangan mereka jika ia memang mencintai Putri. Padahal Putri sudah tulus akan menerima hati Morgan. Morgan pun ragu. Untuk itu ia ingin Putri membuktikannya. Sore itu juga Morgan akan pergi ke Perancis. Morgan meminta Putri datang dan mencegahnya pergi. Kini Putri mulai bimbang karena Rafael juga memintanya datang di jam yang sama.
Rafael sudah ada di bandara bersama dengan Bisma dan Dicky di terminal 2E. Sedangkan Morgan bersama Ilham dan Reza di terminal 2F. Sementara Putri masih ragu untuk pergi dan memilih salah satu diantara mereka. Guntur terus meyakinkan Putri untuk datang dan memberi keputusan terakhirnya. Setelah mendapat SMS dari Rafael yang tetap menunggu kehadiran Putri, akhirnya Putri pun berangkat ke bandara.
Jam keberangkatan Rafael ke Amerika sudah dekat. Bisma dan Dicky akhirnya berpisah dengan Rafael. Tiba-tiba seseorang dengan suara mirip Putri memanggil nama Rafael. Namun Rafael kecewa saat mengetahui orang itu bukanlah Putri. Putri sendiri datang menemui Morgan. Morgan terkejut. Namun di sini Putri bilang ke Morgan kalau dia tidak bisa memilih Morgan karena ia mencintai Rafael. Morgan mengerti dan menyuruh Putri segera mendatangi Rafael. Namun sayangnya Putri terlambat. Rafael sudah pergi.
Setahun kemudian, Putri dan Guntur sedang asik bicara soal SM*SH. Guntur lalu pergi karena ia harus mengajar les anak kelas 6 SD. Saat Putri duduk sendiri di taman, ia terkejut menemukan gelang pasangannya yang selama ini hilang. Setelah memungut gelang itu, Putri kaget melihat Rafael yang sudah ada di depannya. FIN
Source : CCC'stumblr
Zee yang ada di pesta itu berusaha menghubungi Rafael. Namun Rafael yang merasa patah hati karena Putri hari itu bertunangan tak mau mengangkat telfon dari siapa pun. Zee akhirnya mengirim pesan pada Rafael. Rafael yang membaca belakangan pun terkejut mengetahui berita tersebut.
Gladis dan Rangga sama-sama tidak menghadiri pertunangan Putri dan Morgan karena malu. Di sini Gladis bilang kalau setelah kelulusan nanti, dia akan menyusul orang tuanya yang ada di Sydney. Rangga yang tak ingin kehilangan Gladis bilang kalau dia mau ikut Gladis saja. Gladis menolak Rangga dan meminta Rangga untuk terus mengejar cita-citanya mengelola Toro Grup. Namun Rangga tetap kekueh ingin pergi bersama Gladis, karena baginya Gladis adalah segalanya.
Di sekolah, akhirnya Rafael menemui Putri. Ia sangat berterima kasih pada Putri karena mau membatalkan pertunangannya dengan Morgan. Namun Putri meminta Rafael untuk tidak salah paham, karena Morganlah yang membatalkan pertunangan mereka bukan Putri. Putri malah bilang kalau sebenarnya tekadnya sudah bulat untuk bertunangan dengan Morgan. Rafael pun kecewa.
Putri yang bertemu Morgan akhirnya mempertanyakan alasan sebenarnya kenapa Morgan membatalkan pertunangan mereka. Awalnya Morgan tetap menyangkal kalau dia tak mencintai Putri. Tapi Putri tak percaya. Putri meminta Morgan menatapnya agar Putri bisa yakin. Tapi saat Morgan menatap Putri, Putri sendiri jadi tak yakin dengan perasaannya. Morgan tau persis kalau hati Putri hanya untuk Rafael. Untuk itu ia memilih mundur.
Revalina memberi surat pengunduran dirinya dari Toro Grup kepada Usman. Saat hendak pergi, tiba-tiba penyakit jantung Usman kambuh. Revalina jadi sangat cemas terhadap Usman. Untungnya Usman tak apa-apa. Ia merasa kalau sudah saatnya ia kembali berobat ke Belanda. Untuk itu Usman meminta Revalina tidak mengundurkan diri dari Toro Grup. Usman yakin, jika Rafael bisa membuktikan kalau dia memang pantas menjadi pemimpin, Rafael pasti bisa menjadi pemimpin Toro Grup suatu saat nanti asal Revalina tidak memaksa kehendaknya. Revalina terharu mendengarnya dan ia pun mulai memikirkan kembali hal ini.
Revalina akhirnya memutuskan untuk tidak keluar dari Toro Grup. Ia juga meminta Rafael untuk peduli terhadap perusahaan keluarganya tersebut dan mau konsen belajar agar kelak ia bisa memimpin perusahaan. Untuk itu setelah lulus nanti, Rafael harus belajar bisnis di Harvard. Mendengar hal ini Rafael pun mulai bimbang.
Kelulusan tiba. Berita tentang beberapa personil SM*SH akan meneruskan sekolah ke luar negeri mulai terdengar. Keutuhan mereka pun mulai dipertanyakan. Putri mengantar Usman ke bandara untuk kembali ke Belanda bersama anak-anak SM*SH lainnya. Di sini SM*SH memberi konfirmasi pada wartawan yang datang bahwa SM*SH tidak akan bubar. Di sini Rafael mencoba kembali bicara dengan Putri dan meminta Putri untuk memintanya agar tetap di Jakarta. Namun Putri mencoba bersikap dingin pada Rafael karena ia tak mau Rafael melepas cita-citanya hanya untuk dirinya. Rafael kekueh meminta Putri datang sebelum keberangkatannya besok. Putri pun mencoba tak mengacuhkannya.
Rangga akhirnya menemui Rafael dan Morgan. Sekali lagi ia minta maaf dan memberi tau soal tekadnya untuk pergi menyusul Gladis ke Sydney. Itu berarti ia mengundurkan diri dari kandidat pewaris Toro Grup. Morgan sendiri bilang kalau dia tidak berminat untuk menjadi pewaris Toro Grup, karena ia ingin belajar sastra ke Perancis. Kini semua harapan tertuju pada Rafael. Nasib Toro Grup tergantung pada Rafael. Namun Rafael juga masih ragu karena kalau ia memilih menjadi pemimpin Toro Grup, ia harus belajar ke Harvard Amerika, dan itu berarti ia harus meninggalkan Putri.
Gladis yang hendak ke Sydney akhirnya berpisah dengan Rangga di bandara. Rangga pun berjanji suatu saat nanti akan menyusul Gladis. Gladis hanya tersenyum dan memberi kecupan perpisahan pada Rangga.
Keesokan harinya, Morgan menemui Putri. Di sini Morgan berterus terang kalau sebenarnya ia sangat mencintai Putri. Putri pun jadi heran kenapa Morgan membatalkan pertunangan mereka jika ia memang mencintai Putri. Padahal Putri sudah tulus akan menerima hati Morgan. Morgan pun ragu. Untuk itu ia ingin Putri membuktikannya. Sore itu juga Morgan akan pergi ke Perancis. Morgan meminta Putri datang dan mencegahnya pergi. Kini Putri mulai bimbang karena Rafael juga memintanya datang di jam yang sama.
Rafael sudah ada di bandara bersama dengan Bisma dan Dicky di terminal 2E. Sedangkan Morgan bersama Ilham dan Reza di terminal 2F. Sementara Putri masih ragu untuk pergi dan memilih salah satu diantara mereka. Guntur terus meyakinkan Putri untuk datang dan memberi keputusan terakhirnya. Setelah mendapat SMS dari Rafael yang tetap menunggu kehadiran Putri, akhirnya Putri pun berangkat ke bandara.
Jam keberangkatan Rafael ke Amerika sudah dekat. Bisma dan Dicky akhirnya berpisah dengan Rafael. Tiba-tiba seseorang dengan suara mirip Putri memanggil nama Rafael. Namun Rafael kecewa saat mengetahui orang itu bukanlah Putri. Putri sendiri datang menemui Morgan. Morgan terkejut. Namun di sini Putri bilang ke Morgan kalau dia tidak bisa memilih Morgan karena ia mencintai Rafael. Morgan mengerti dan menyuruh Putri segera mendatangi Rafael. Namun sayangnya Putri terlambat. Rafael sudah pergi.
Setahun kemudian, Putri dan Guntur sedang asik bicara soal SM*SH. Guntur lalu pergi karena ia harus mengajar les anak kelas 6 SD. Saat Putri duduk sendiri di taman, ia terkejut menemukan gelang pasangannya yang selama ini hilang. Setelah memungut gelang itu, Putri kaget melihat Rafael yang sudah ada di depannya. FIN
Source : CCC'stumblr
CCC season 1 - Engagement #Ep.12
Morgan tertusuk karena menyelamatkan Putri dan Rafael. Ia langsung dibawa ke rumah sakit. Untungnya luka tusuk Morgan tidak sampai merobek ususnya sehingga Morgan masih bisa diselamatkan. Anak-anak SMASH terkejut saat mendengar kalau Rangga lah yang menculik Putri. Rafael langsung marah dan hendak menghampiri Rangga. Namun anak-anak SMASH meminta agar Rafael meredam emosinya dan membiarkan kakek Usman yang bicara pada Rangga.
Rangga mulai ketakutan sendiri akan dampak atas perbuatannya. Usman yang mengetahui hal ini, sangat kecewa terhadap Rangga. Ia hanya bisa berharap Rangga mau menyesali semua dan mau minta maaf pada Putri dan juga saudara-saudaranya. Rangga pun menangis penuh penyesalan.
Putri yang merasa berhutang nyawa terhadap Morgan, meluangkan waktunya untuk menjaga Morgan setiap saat sampai Morgan sembuh. Rafael yang melihatnya merasa kecewa. Namun ia tak bisa memaksa Putri untuk tidak peduli pada Morgan karena dia sendiri juga berhutang nyawa pada Morgan. Putri pun meminta Rafael untuk merelakan hubungan mereka dan membiarkan Putri bersama Morgan. Mau tak mau Rafael harus rela membiarkan Putri bersama Morgan walau sebenarnya ia masih tak rela kehilangan Putri.
Hal ini menjadi kesempatan bagi Danar yang menginginkan Putri menjadi menantunya kelak agar ia mendapat warisan Toro Grup. Dengan sopan Danar meminta orang tua Putri untuk membicarakan soal pertunangan Putri dan Morgan. Hal ini membuat Putri mulai bimbang. Apakah ia siap menerima Morgan menjadi tunangannya? Lalu apakah Rafael benar-benar merelakan Putri bertunangan dengan Morgan?
Source : CCC'stumblr
Rangga mulai ketakutan sendiri akan dampak atas perbuatannya. Usman yang mengetahui hal ini, sangat kecewa terhadap Rangga. Ia hanya bisa berharap Rangga mau menyesali semua dan mau minta maaf pada Putri dan juga saudara-saudaranya. Rangga pun menangis penuh penyesalan.
Putri yang merasa berhutang nyawa terhadap Morgan, meluangkan waktunya untuk menjaga Morgan setiap saat sampai Morgan sembuh. Rafael yang melihatnya merasa kecewa. Namun ia tak bisa memaksa Putri untuk tidak peduli pada Morgan karena dia sendiri juga berhutang nyawa pada Morgan. Putri pun meminta Rafael untuk merelakan hubungan mereka dan membiarkan Putri bersama Morgan. Mau tak mau Rafael harus rela membiarkan Putri bersama Morgan walau sebenarnya ia masih tak rela kehilangan Putri.
Hal ini menjadi kesempatan bagi Danar yang menginginkan Putri menjadi menantunya kelak agar ia mendapat warisan Toro Grup. Dengan sopan Danar meminta orang tua Putri untuk membicarakan soal pertunangan Putri dan Morgan. Hal ini membuat Putri mulai bimbang. Apakah ia siap menerima Morgan menjadi tunangannya? Lalu apakah Rafael benar-benar merelakan Putri bertunangan dengan Morgan?
Source : CCC'stumblr
Langganan:
Postingan (Atom)

